Joko Imawan (Ketua Pemuda PERSIS Sumut)Medan- Wartaindonesiaonli e.com- Presiden Joko Widodo dalam pidatonya meminta masyarakat agar tidak melakukan mudik lebaran 2021 karena pandemi Covid-19.

Presiden menyarankan agar masyarakat yang rindu makanan kampung halamannya di saat lebaran bisa memesan makanan tersebut secara online.

“Yang rindu makan gudeg yogya, bandeng semarang, siomay bandung, pempek palembang, bipang ambawang kalimantan,” tambahnya

Pidato Presiden Jokowi menyebutkan sejumlah makanan di hari Idul Fitri sontak membuat masyarakat heboh, video singkat pidato Presiden ini menyebar luas di media sosial, bahkan di retweet ribuan kali di twitter.

Karena Presiden Jokowi menyebutkan makanan khas Kalimantan Bipang Ambawang sebagai makanan yang disantap di hari Lebaran.

Jika di cari di google, hampir semua hasil pencarian terkait Bipang Ambawang sendiri merupakan makanan berbahan daging babi, yang dimana warga muslim dilarang keras memakan daging babi.

Akibatnya, pidato Presiden ini menimbulkan kehebohan di masyarakat, ditambah lagi akun Bipang ambawang menyampaikan apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Presiden karena produknya sudah di promosikan.

Melalui media sosial Instagram, pemilik usaha  Bipang Ambawang asal Pontianak, Kalimantan Barat, ini menanggapi pernyataan presiden yang viral dan masuk trending topic nasional di media sosial Twitter pada Sabtu (8/5).

“Sebuah kebanggaan kami dapat disebut oleh bapak Presiden Jokowi dalam pidato tadi malam,” tulis akun Bipang Ambawang yang langsung disambut ribuan like dan ratusan komentar.

Sementara itu dipihak lain menyampaikan bahwa pidato Presiden harus dipahami dari sudut kebhinkaan.

“Hal ini harus di pahami dari sudut ke-Bhinnekaan dong, misalnya saya ummat Kristiani, tanggal 13 mei nanti juga hari sakral bagi kami, kenaikan Isa Almasih, tentu maksud Jokowi jangan mudik dalam rangka menekan penyebaran covid-19, jadi jangan berpikir kayak kacamata kuda,” ujar Direktur Rumah Politik indonesia Fernando Sitorus, Sabtu (8/5)

Baca Juga  DPD Wirausaha Muda Nusantara (WIMNUS) Jawa Barat : Perubahan Butuh Perbedaan Tidak Bisa di Tawar

Ketua Pemuda Persis Sumatera Utara  turut menyoroti pernyataan Presiden Jokowi perihal bipang ambawang yang menghebohkan masyarakat tersebut.

Dalam akun Twitternya, Joko Imawan mengatakan bahwa Bipang Ambawang kalau dicari di Google hampir semua hasil pencarianya adalah menu makanan haram bagi umat islam.

“Klik saja di google, Bipang Ambawang itu makanan haram bagi ummat islam, Konteks penyampaian Presiden terkait Lebaran, dan Lebaran identik dengan Hari Raya Idul Fitri”  kata Joko aimawan dari akun Twitter pribadinya, @jokoimawan, minggu 9 Mei 2021.

Saat dihubungi via Telephon Joko menambahkan bahwa pemahaman masyarakat terkait pidato presiden tersebut pasti Lebaran idul fitri.

“Kalaupun Bapak Presiden bermaksud karna ada dua hari besar dalam 13 Mei tersebut, Idul fitri dan kenaikan isa almasih, ya harus diperjelas, karena makna Lebaran sudah melekat di pikiran masyarakat kita, adalah Hari Raya Idul Fitri, wajar masyarakat Indonesia yang mayoritas Ummat Islam merasa terganggu dengan penyampaian Bapak Presiden”

“Atau bila ada kemungkinan ini kesalahan dari tim konseptor pidato presiden, ya harus segera dievaluasi saja itu, ganti dengan yang lebih kompeten, cerdas dan lebih hati-hati” Imbuh alumni pesantren At Thoyyibah tersebut.  (Red/Ahsb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here