Rombongan disambut dengan ramah oleh pemilik UMKM Dodol Sejahtera Rita dan dipandu hingga kelokasi.

Perbaungan-Wartaindonesia.com. Sumatera Utara memiliki banyak sekali obyek wisata yang indah dan menarik yang tidak kalah dengan objek wisata daerah lainnya, salah satunya objek wisata yang patut dikunjungi adalah pantai mangrove kampung Nipah. Bakau atau mangrove merupakan tanaman penahan abrasi terbaik yang tumbuh di pinggir laut. Keunikan vegetasi tumbuhan pesisir tersebut banyak dijadikan sebagai daya tarik atraksi ekowisata di Indonesia, yakni pantai mangrove.

Pantai mangrove adalah destinasi wisata populer yang menyajikan pemandangan hutan bakau dan habitat rawa dalam satu kawasan pantai. Pantai mangrove di Sumatera Utara jumlahnya terbilang banyak , sebut saja pantai Sicanang, rumah bakau Bagan Percut dan beberapa destinasi, salah satu sebagai pionir sekaligus pantai mangrove pertama di Sumatera adalah desa Sei Nagalawan.

Pantai yang khusus menawarkan ekowisata tanaman mangrove ini terletak di jalan Kelurahan Sei Nagalawan, kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatra Utara. Lokasi ini sangat mudah di akses sesampainya pengunjung di Sei Buluh lanjutkan belok ke jalan besar Pantai Klang, dari desa Sei Buluh dengan jarak tempuh beberapa kilo meter sampailah pengunjung dilokasi. Berwisata mangrove berarti melakukan petualangan yang menyenangkan dan ikut berkontribusi menjaga bumi yang kita diami ini.

Luas pantai mangrove di Serdang Bedagai lebih kurang sekitar 15 hektar atau 0,2 persen dari total luas wilayah dusun Sei Nagalawan.Pantai yang bersih dan menawan kendati bukan kawasan konservasi, lokasi ini bersih dan terjaga. Setiap sudut mencerminkan kenyamanan dan sapta pesona, sulit untuk menyangkal Keindahan destinasi ini terutama bagi penikmat pantai berpasir putih.
Kalau lautnya sedang surut, pengunjung bisa berjalan kaki hingga kebagian sisi laut disuguhi pemandangan ratusan burung camar yang indah dengan sayap putihnya. Meskipun bukan kawasan bakau terbesar di Indonesia, namun kampoeng Nipah terus berkembang karena sempurnaya pondasi ekowisata yang telah dibangun selama bertahun -tahun, sebagian besar masyarakat yang tinggal di dusun Nipah dan bekerja di pantai mangrove Sei Nagalawan sedikit banyaknya terpenuhi kebutuhan dasar dari segi finansial.

Baca Juga  DPRD SU BERANG & REKOMENDASIKAN CABUT IZIN GALIAN C PARADUAN SIREGAR

Disela-sela kesibukan yang banyak menyita waktu dan tenaga dan energi, Ahad 12 Desember 2021 rombongan jamaah masjid Mukhlisin jln. Karya Sehati Pangkalan Masyhur Medan Johor melaksanakan wisata religi, Tadabur Alam atau Family Gathering ke lokasi wisata mangrove kampoeng Nipah, rombongan yang terdiri para kelurga ini tidak lupa membawa para hufaz Qur’an binaan H. Syahrudin Nasution untuk menikmati keindahan ciptaan Allah ujar Ishak koordinator acara.

Sebelum menuju lokasi rombongan singgah di pasar bengkel Perbaungan untuk membeli oleh-oleh. Rombongan disambut dengan ramah oleh pemilik UMKM Dodol Sejahtera Rita dan dipandu hingga kelokasi.Dengan kita singgah dan berbelanja oleh-oleh sejatinya kita telah menghidupkan kembali geliat perekonomian di daerah khususnya kabupaten Serdang Bedagai ujar Abdul Aziz.

UMKM si Kecil yang Berperan Besar.
Sebagai orang indonesia pemandangan dan aktivitas kita sehari-hari tidak lepas dari berbagai layanan dan barang hasil kreasi pelaku UMKM. Dimulai dengan aktivitas pagi hari, ketika kita sarapan mencari bubur, lontong, kue-kue yang dijual UMKM, membeli kebutuhan pokok dekat rumah sampai menitipkan anak di playgrup terdekat juga adalah UMKM.

Karakteristik tersebut dapat ditemukan disekitar kita baik itu saudara, tetangga, teman atau bahkan kita sendiri.
UMKM adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, namun jangan

salah si kecil ini memiliki kontribusi yang sangat besar dan krusial bagi perekonomian kita secara makro. Dapat dibayangkan secara kasat mata UMKM menyerap 96,92 persen sektor tenaga kerja di indonesia dan 3,08 persen sisanya berasal dari Usaha Besar :Kementerian Koperasi, UKM (2019).
Dengan melihat data diatas bahwa UMKM adalah liding sektor dalam pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja secara nasional di indonesia hendaknya, ini agar menjadi perhatian pemerintah untuk memberi kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mendapatkan modal usaha dan pemasaran dari hasil produk lokal UMKM.

Baca Juga  Tragedi 15 Maret , Hari Internasional Untuk Perangi Islamphobia

Pesan moral yang dapat kita tangkap marilah berbelanja di kedai-kedai, di warung – warung tetangga perhatikan juga kondisi mereka, dengan kita berbelanja di warung saudara – saudara kita, mungkin ini menyebabkan anak-anak mereka bisa melanjutkan pendidikan, dalam situasi seperti saat ini.
Bagi pemangku kepentingan liriklah dan binalah mereka, jadilah Ayah untuk negeri.

Penulis: Abdul Aziz
Pemerhati Sosial dan lingkungan hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here