WartaIndonesia – Aceh Utara, Sehubungan dengan pemberitaan media online 9 Pebruar 2022 terkait sejumlah ikan mati terapung di pantai seputaran lokasi Pelabuhan Kruenggeukuh.

Manajemen PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) enggan berkomentar banyak terkait pencemaran cairan limbah amonia di kawasan Pelabuhan Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara.

Direktur Keuangan dan Umum PT PIM, Rohan Samsul Hadi, saat dikonfirmasi awak media Sabtu (12/2/2022) sore melalui telepon enggan memberi keterangan terkait hal itu. Dia mempersilakan agar menghubungi bagian humas.

Sementara Humas PT PIM Nasrun, juga tidak menjelaskan detail penyebab dugaan tercemarnya limbah perusahaan tersebut ke laut.

Nasrun hanya menjawab bahwa petugas DLHK Aceh Utara sudah mengambil sampel air laut di beberapa titik untuk diuji di laboratorium.

“Sudah langsung memantau di pantai dan pelabuhan untuk mengambil sampel air sampel di beberapa titik, sampai ke ujung dermaga hasilnya nanti akan disampaikan oleh DLHK,” kata Nasrun.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara telah melakukan upaya penanganan verifikasi lapangan dengan menurunkan 4 (empat) orang tim Teknis ke lapangan sesuai Perintah Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Utara Nomor: peg.800/SPT/13/2022 tanggal 9 Februari 2022 dan membawa perangkat alat pengujian Laboratorium.

Adapun Verifikasi yang di dapat Tim Teknis Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupataen Aceh Utara, bersama saksi dari masyarakat setempat melakukan pengujian pada seputaran anggapan air yang tercemar.

Yaitu pada tiga titik lokasi dengan menggunakan alat multiparameter portable sebagai standar baku mutu air laut katagori Pelabuhan sesuai dengan tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor: 22Tahun 2021 lampiran VIII di dapatkan hasil sebagai berikut.

Lokasi pengujian di area pinggiran Pelabuhan PT.PIM kruenggeukuh hari rabu tanggal 9 Februari2022 jam ; 16.00 Wib,
PH air 7.09 (normal), Kondisi air tidak berbau, Suhu Udara alami berkisar 29.7’C, Kondisi air tidak ditemukan lapisan minyak, Kecerahan air normal, dan Salilitas alami.

Baca Juga  DPRD SU BERANG & REKOMENDASIKAN CABUT IZIN GALIAN C PARADUAN SIREGAR

Sedangkan pengujian lainnya akan dilakukan pengembangan pada uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Utara dan uji laboratorium di Provinsi Aceh seperti, TSS, Amoniak total, Sulfida(H2S), Senyawa Veno total, Survektan, Minyak dan Lemak

Kepala Dinas DLHK Aceh Utara mengatkan,” Dugaan pencemaran masih dalam pengembangan pengujian, sampel sudah kami kirim ke Banda Aceh pada laboratorium terakreditasi Balai Riset dan Standarisasi Kementrian Perindustrian (baristand) dan menuggu hasilnya,”

” Selain itu selama ini perusahaan antara lain PT.PIM rutin mengirimkan laporan rkl – rpl pada instansi Dlhk Aceh Utara setiap triwulan, yang merupakan kewajiban perusahaan “.

Ia juga menambahkan,” Dari hasil Verifikasi Tim di Lapangan selama 2 (dua) hari tersebut di dapatkan kesimpulan sementara bahwa kondisi air laut normal, tidak ditemukan sampah ikan mati yang terapung dan berdasarkan konfirmasi dengan saksi masyarakat bahwa kejadian ikan mati di pinggir pantai tersebut terjadi beberapa hari yang lalu,” ungkap Cut Ibrahim.

Selanjutnya DLHK menunggu perkembangan hasil uji Laboratorium Barustand.(Fadly P.B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here