Yatim Mandiri Gandeng IMZ Menyelenggarakan Talkshow: Tantangan Pengembangan Cabang Lembaga Amil Zakat

National, Organisasi117 Dilihat

Jakarta – Warta Indonesia | Tidak kurang dari 90 peserta mengikuti talkshow yang berjudul “Tantangan Pengembangan Lembaga Amil Zakat” live melalui Zoom dan juga YouTube. Talk Show ini diselenggarakan oleh IMZ dan Yatim Mandiri (YM) dalam rangka pembukaan Branch Leader Development Program, atau program pengembangan para Pimpinan Cabang LAZ Nasional YM di seluruh Indonesia, kamis (9/6/2022).

Talkshow yang digawangi oleh moderator Prasetyo Wiobowo, Manager Bisnis and Development IMZ menghadirkan banyak case yang suitable untuk didiskusikan. “Meningkatnya kelas menengah muslim dan tingginya kesadaran berzakat jadi peluang untuk Lembaga Amil Zakat (LAZ). Di sisi lain, LAZ perlu menunjukkan diri layak dipercaya oleh donatur dengan pengelolaan yang profesional. Pengembangan cabang sekarang menjadi salah satu strategi yang banyak dilakukan LAZ untuk meningkatkan penghimpunan dan meluaskan penerima manfaat” ungkap Pras dalam pembukaannya.

Pemantik pertanyaan pertama dari moderator tentang “Apa tantangan pengembangan cabang lembaga Amil Zakat dan hal-hal yang perlu dilakukan dalam mengembangkan cabang di LAZ?” dijawab oleh Udhi Tri Kurniawan, Penyaji yang merupakan GM Pengembangan Cabang Dompet Dhuafa menyampaikan pandangannya: “Ruang lingkup yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah bagaimana penguatan SDM, sistem dan jaringan strategis di cabang. Pengembangan cabang dari segi program bisa dicapai dengan strategi capacity building, asistensi, supervisi, dan Channeling Program. Sedangkan strategi penghimpunan bisa dicapai dengan capacity building, asistensi dan supervisi. Dan untuk strategi pengembangan tata kelola bisa dilakukan dengan standarisasi, asistensi, supervisi, dan capacity building”.

“Elemen utama Pengembangan Cabang itu terdiri dari aspek pengembangan, stakeholder, tahapan, dan skema monitoring evaluasi. Aspek pengembangan cabang itu harus merujuk pada tujuan akhir dan berdasarkan situasi eksisting. Stakeholder harus dilihat siapa saja pihak yang berkepentingan dan apa saja peran mereka. Tahapan pengembangan cabang itu harus menentukan tujuan akhir, menyusun tahapan pengembangan dan menentukan indikator dalam setiap tahapan. Sedangkan dalam menentukan skema monitoring evaluasi harus menyesuaikan dengan prinsip adaptasi teknologi, merujuk pada indikator, dan secara periodik harus dilakukan secara offline” Jelas Udhi dalam cuplikan materinya.

Alamsyah Hsb
Latest posts by Alamsyah Hsb (see all)
Baca Juga  Rakerda Ke-1: SMSI Sumut Siap Sukseskan HPN 2023

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Top News