ANCAMAN ASTEROID TERHADAP BUMI

Alamsyah Thoib

Asteroid adalah benda berukuran lebih kecil dari planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya. Asteroid dahulu disebut planet minor atau planetoidm. Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma (“ekor”) sementara asteroid tidak.

Sebagian besar kelompok asteroid dijumpai berada di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Daerah ini dikenal sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada pula kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda, seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A Asteroids-Amor, Apollo, Aten)

Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak ahli adalah sisa-sisa kehancuran planetisimal, material di dalam solar nebula matahari muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk menjadi planet. Mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Yupiter atau berbagi orbit dengan Yupiter.

Tetapi, terdapat keluarga orbit lainnya dengan populasi signifikan, termasuk asteroid dekat-Bumi. Asteroid individual diklasifikasikan berdasarkan karakteristik spektrum emisi mereka, dengan mayoritas terbagi menjadi tiga kelompok utama: tipe-C, tipe-M, dan tipe-S. Kelompok ini diberi nama dan umumnya diidentifikasi dari komposisi karbon, logam, dan silikat. (Wikipedia).

Baca Juga  Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto, SH.,SIK MH: Kenaikan Pangkat Di Berikan Atas Penilaian Dan Pengabdian

Tanda Pengenal Asteroid.

Asteroid merupakan planet berbatu yang kecil dengan jumlah yang sangat banyak. Dalam Tata Surya terdapat beribu-ribu asteroid yang juga mengelilingi Matahari. Sebagian besar kelompok asteroid dijumpai berada di antara orbit planet Mars dan Yupiter.

Asteroid pertama yang ditemukan adalah Ceres yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid. Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya, luar biasa banyaknya. Tak terbayangkan bagaimana bumi apabila dihujami asteroid dengan ukuran besar. Beberapa dekade lalu, , tepatnya 15 Februari 2013 sebuah benda luar angkasa menghantam wilayah Chelyabinsk, Rusia. Ledakannya mampu membuat kerusakan pada 30 kilometer wilayah di sekitarnya. Sebanyak 7.000 gedung rusak parah, 1.500 orang terluka parah meskipun tidak ada korban jiwa. Ledakan dahsyat itu disebabkan oleh benda luar angkasa berukuran 20 kilometer.

Kemajuan teknologi saat ini mampu menginvetarisasi jumlah asteroid dan diberi penomoran dan tanda pengenal. Dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350 memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto), yaitu 129342 Ependes.

Asteroid diperkirakan lebih banyak berasal dari sebelah dalam orbit Jupiter ketimbang dari sebelah luar (outer solar system). Maksud dari outer solar system adalah sistem tatasurya yang berada setelah orbit planet Jupiter, sedangkan inner solar system berada sebelah dalam orbit Jupiter. Sehingga planet yang terletak sebelah dalam orbit Jupiter dikatakan inner planet (planet dalam) dan yang berada sebelah luar dikatakan outer planet (planet luar).

Baca Juga  Diduga Akibat Pembuangan Air Limbah PT PIM, Puluhan Bibit Ikan Mati Terdampar Dipinggir Pantai

Ancaman Terhadap Bumi

Menurut data, terhitung hingga sejak 12 April 2015, terdapat 1.572 asteroid yang berpotensi berbahaya bagi Bumi terdeteksi. Namun tak satu pun dari asteroid itu diketahui pada jalur tabrakan dengan Bumi, meskipun para astronom hampir selalu menemukan asteroid yang baru setiap saat. “Asteroid ini sangat berbahaya dan kekuatannya mungkin akan mampu menghancurkan apapun tergantung di mana ia akan meledak,” ujar Judit Györgyey-Ries, astronom di University of Texas McDonald Observatory.

Tahun ini diperkirakan asteroid kecil seukuran bus akan melintas sangat dekat ke Bumi pada Kamis (7 Juli) waktu AS atau Jumat 8 Juli, dan dipekirakan hanya dalam jarak 56.000 mil (90.000 kilometer) atau sekitar 23% dari jarak rata-rata antara Bumi dan bulan.

Sebuah asteroid yang baru diidentifikasi, diprediksi akan melintasi Bumi di tahun 2023 mendatang. Asteroid yang bernama 2022 EA1 dengan lebar 70 meter itu disebut berbahaya, lantaran diduga akan menabrak Bumi tepatnya pada 4 Juli 2023 (www.kompas.com)

Asteroid seukuran rumah sebelumnya juga ditemukan pada 4 Oktober 2014 oleh observatorium Pan-STARRS, di Hawaii. Seminggu kemudian, asteroid itu mendekati Bumi dengan jarak yang sangat dekat sekira 94.800 km.

Astroid 2012 TC4 merupakan obyek memanjang dan berputar sangat cepat dan telah dikenal membuat banyak pendekatan dekat dengan Bumi di masa lalu. Sekarang, para ilmuwan mencoba untuk menentukan di wilayah mana tepatnya 2012 TCP akan terbang dan memperkirakan dampak yang mungkin ditimbulkan. “Kesempatan (asteroid) untuk menghantam Bumi hanya 0,00055 persen,” tambah Judit Györgyey.

Keyakinan astronom asal Amerika Serikat tersebut juga didukung oleh astronom lainnya dari badan antariksa Eropa ESA, Detlef Koschny. Menurutnya ukuran asteroid 2012 TCP yang diperkirakan sangat besar belum terbukti dan harus diteliti lagi. “Peluang asteroid 2012 TCP untuk meledak ialah satu berbanding satu juta dan ukuran asteroid biasanya akan dilihat dari kecerahannya, tapi kita tidak tahu refleksitasnya jadi ukuran asteroid itu bisa lebih kecil atau lebih besar,” ujar Detlef Koschny. (Viva.co.id)

Baca Juga  PASCA MUSDA TIDAK ADA LAGI KUBU-KUBUAN

Sejak peristiwa Chelyabinsk, Rusia, para ahli mencari alternatif agar bencana yang sama tidak terulang kembali. Yakni membangun prisai yang mampu meledakan asteroid sebelum sampai kebumi. Guna mengantisipasi ancaman yang tersebut, Amerika Serikat membuat program pemantauan bertajuk Near Earth Object (NEO), yang mendeteksi keberadaan benda luar angkasa sampai jarak 40.000 mil dari bumi.

Para ahli dan warga dunia menyadari ternyata ada ancaman besar dari luar angkasa terhadap kelangsungan hidup di bumi, belum lagi ancaman internal bumi atas bahaya nuklir yang dimiliki negara-negara super power. Pada kenyataannya bukan saja ada jutaan asteroid yang beredar di sistem tata surya kita yang siap setiap saat meluncur kebumi, lebih dari itu black hole yang beredar diangkasa raya siap menelan apa saja juga menjadi ancaman, semoga Yang Maha Agung melindungi kita dari ancaman besar ini sebelum saatnya terjadi kiamat.

  • Penulis : Tauhid Ichyar
  • Pemerhati lingkungan hidup & Sosial

Komentar

Top News