Mengenal Syaikh Ahmad Surkati, Tokoh Pendiri Al-Irsyad

Organisasi, Religius1003 Dilihat

Syaikh Ahmad Surkati atau Ahmad Muhammad Soorkati al-Ansari (Lahir di desa Udfu, Jazirah Arqo, Dongula, Sudan, tahun 1875 M). Ayahnya, Muhammad al-Ansari adalah seorang ulama tamatan Al-Azhar, Kairo, Mesir. Secara bahasa, Soorkati punya arti “banyak kitab”. Dalam bahasa Sudan, ‘sur’ punya arti ‘kitab’ dan ‘katti’ punya arti ‘banyak’.

Tanda-tanda kecemerlangan Soorkati sudah tampak sejak usia dini. Dan itu diketahui dengan baik oleh ayahnya. Itulah yang membuat ayahnya menangani Soorkati lebih dari yang lain. Ia dimasukkan ke madrasah yang memberikan tekanan pada pelajaran menghafal Al-Qur’an.

Suatu saat, Soorkati absen mengikuti aktivitas menghafal Al-Qur’an sebanyak dua kali di Masjid al-Qaulid, Sudan. Tentu saja pimpinan madrasah marah. Maka ia memerintahkan para ustadz untuk mencari Soorkati. Rupanya, yang dicari sedang tertidur di sebuah bilik di lingkungan asrama. Soorkati lalu mendapat hukuman, berupa berdiri di depan teman-temannya yang sedang menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.

Setelah semuanya selesai menghafal, giliran Soorkati disuruh menghafal ayat-ayat yang dihafal oleh teman-temannya tadi. Ternyata, Soorkati mampu menghafal semua ayat yang dihafalkan oleh teman-temannya tadi secara benar.

entu saja hal itu membuat para ustadz terperangah. Lalu, pimpinan madrasah bertanya, “Bagaimana cara kamu menghafal, sementara sudah dua kali absen?” Dengan santun Soorkati menjawab, “Saya cukup membacanya sekali saja.” Sejak kejadian itu, maka pimpinan madrasah akhirnya membebaskan Soorkati untuk mengikuti hafalan secara berjamaah. Ia dibebaskan untuk belajar secara mandiri. Dari madrasah di masjid al-Qaulid, Soorkati lalu belajar ilmu-ilmu agama ke berbagai ulama yang ada di Sudan.

Berdirinya Madratsah Al-Irsyad

Pesantren Islam Al irsyad
Pesantren Islam Al irsyad

Dalam perjalanan hidupnya, Soorkati melanjutkan pendidikannya beberapa bulan di Mekah. Dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Madinah selama 4,5 tahun untuk memperdalam ilmu-ilmu agama Islam dan Bahasa Arab.

Baca Juga  DPP LIPPI : Apresiasi Kepala BNPT Dengan Cepat Meluruskan Informasi Ponpes Terafiliasi Jaringan Terorisme

Selesai pendidikannya, kemudian Soorkati kembali ke Mekah untuk memperdalam fikih mazhab Syafi’i dengan berguru pada syekh As’ad dan Ahaik Abdul Rahman, Syekh Muhammad bin Yusuf al-Khayyat, dan syekh Shu’ayb bin Musa al-Maghribi. Soorkati di beri gelar ‘al-Allamah dari Majlis Ulama Mekah pada tahun 1908 M.

Setelah sekian lama mengabdi di Mekah, menjadi seorang pendidik bahkan sampai ke bumi Indonesia. Soorkati kemudian merintis Lembaga Pendidikan pada tahun 1923, yang belakangan dikenal Madrasah al-Irsyad al-Islamiyah.

Dalam Lembaga yang didirikan oleh Soorkati ini, ada program takhassus, yang luar biasa dengan memberi bekal lebih pada calon guru dan penulis.

Itulah Ahmad Soorkati, seorang pendidik yang egaliter, yang telah banyak melahirkan banyak tokoh di pentas Indonesia. Ahmad Soorkati tetap berkarya hingga ia meninggal dunia pada hari Kamis, 16 September 1943 (bertepatan dengan 16 Ramadhan 1362 H) dan dimakamkan di Jakarta.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Top News