Pemuda Tabagsel Minta Gubsu Evaluasi Kepala BKD Pemprovsu

Organisasi137 Dilihat

Medan – Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi, diminta untuk segera mengevalusi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi (BKD) Sumatera Utara, Safruddin, karena telah mepermalukan Gubsu Akibat kelalaian dan kecerobohannya dalam melaksanakan tugas sehingga mengakibatkan yang sudah meninggal dunia dan pensiun pun ikut diajukan dilantik pada Pelantikan jabatan Eselon III dan IV dijajaran Pemprovsu.

demikian ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Tabagsel, Marwan Ashari Harahap, didampingi Sekretaris Umum, Mhhd. Sulyan Pulungan, M.Pd. Bendara Umum, Syaifuddin Lubis, Wakil Ketua Umum bidang OKK, Mhd. Taufik Azhari Nasution, kepada Wartawan, Sabtu, 25/2, di Medan.

“Kesalahan Kepala BKD Sumut, Safruddin ini, tidak bisa ditolerir karena telah mempermalukan Gubsu, Edy Rahmayadi Dimata Masyarakat Sumut dan bahkan masyarakat Indonesia”. Ujarnya.

” Ini termasuk kesalahan besar, karena tidak tanggap dan peka terhadap situasi dan kondisi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sudah almarhum maupun sudah pensiun sehingga terjadi kesalahan fatal, yang mengakibatkan ikut masuknya data- data yang sudah meninggal dan pensiun dilantik Gubsu”. Tegasnya.

“Jadi bukan hanya soal tidak ada yang dirugikan dalam hal ini, seperti jawaban Safruddin, tapi kesalahan yang menjurus menurunnya kepercayaan masyarakat Sumut kepada Gubsu yang mengangkat pejabat tidak profesional. katanya.

Menurut, Marwan Ashari Harahap, Kecerobohan Kepala BKD ini mengindikasikan bahwa, bahwa pengangkatan jabatan di Pemprovsu, tidak berjalan dengan baik, terkesan asal Comot Saja.

Sementara masih banyak lagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Yang sehat dan qualified untuk menduduki posisi jabatan struktural baik Eselon III dan IV Tersebut, seperti, Dr. Indra Sakti Harahap, St, M.Si dan Malik Asshalih Harahap, ST, M.Si dan masih banyak lagi yang lainnya. Ujarnya.

Oleh karenanya, ini jelas – jelas mempermalukan dan mencoreng nama baik Gubsu, sementara Gubsu saat ini lagi gia- giatnya melakukan Fit and profer test, untuk mencari dan mendudukkan pejabat yang benar- benar ” The Right man on the right Job” serta bermartabat tegasnya.(ihb)

Komentar