Scroll untuk baca artikel
BanjirFeaturedTragedi

Banjir di Lahat Sumatera Selatan.. Ketinggian Air Mencapai 1,5 Meter

213
×

Banjir di Lahat Sumatera Selatan.. Ketinggian Air Mencapai 1,5 Meter

Sebarkan artikel ini

Sumsel – Banjir bandang di Lahat, Sumatera Selatan telah terjadi pada Kamis, 9 Maret 2023. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat, Ali Afandi, mengatakan bahwa bencana tersebut merendam sebanyak tiga desa dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Ketiga desa yang terendam banjir bandang meliputi Desa Pelajaran, Nanti Giri Kecamatan Jarai, dan Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulau Pinang.

Banjir bandang tersebut disebabkan karena meluapnya air sungai Lematang, Sumatera Selatan, setelah kawasan itu diguyur selama dua hari terakhir. Akibat dari banjir tersebut, Jembatan Tanjung Sirih yang menghubungkan Lahat-Kota Pagar Alam via Gumay Ulu ditutup sementara karena ketinggian air sudah melewati jembatan.

Pihaknya mencatat bahwa ada 3000 warga yang terdampak banjir bandang sejak pukul 06.00 WIB. “Ya, tim pertolongan gabungan masih di lokasi, mengevakuasi warga korban banjir,” ucap Ali.

Banjir bandang di Lahat, Sumatera Selatan juga berdampak pada sejumlah rumah warga di pinggiran sungai Lematang. Rumah tersebut juga hancur terseret arus deras banjir bandang.

Banjir bandang tersebut merupakan banjir terparah di Sumatera Selatan selama lima tahun terakhir, ini disebabkan karena hasil akumulasi kerusakan lanskap yang disumbang oleh warga sekitarnya.

Oleh karena itu upaya untuk konsolidasi bersama pemerintah daerah baik kabupaten Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam termasuk wilayah tebing memperbaiki kerusakan lanskap yang terjadi saat ini.

SAR temukan satu bocah laki-laki yang tewas terseret banjir

Seorang laki-laki berinisial GD (11) warga Bandang Agung, Lahat, siswa kelas enam dilaporkan meninggal dunia usai terseret arus banjir, jasadnya ditemukan pukul 12.00 WIB oleh tim SAR.

Kepala Kantor Badan SAR Nasional Palembang, Hery Marantika, mengatakan bahwa korban ditemukan tim di lapangan hanyut terbawa arus sejauh 90 kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

Dia melanjutkan bahwa GD dilaporkan hilang terseret banjir saat berenang di Sungai Lematang, Muara Siban, Pulau Pinang, pada Rabu (8/3/2023).

Awalnya tim SAR langsung melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai dibantu perangkat selam Aqua Eye bersama dengan warga. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, maka penyisiran dilanjutkan pada Kamis pagi dan siang harinya korban ditemukan.

Saat ditemukan korban menggunakan baju kaos dan celana pendek. Untuk saat ini jasad korban GD sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya di makamkan.

Dan juga sampai saat ini personel Polri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, dan tim SAR lainnya masih bersiaga di lokasi dengan peralatan lengkap.***