Wow! Tapsel Diakui Tingkat-3 Penataan DD Terunggul se-Sumut TA 2023, Bukti Implementasi Cashless Society Berhasil!

WARTAINDONESIA, Sumut – Tapsel diakui tingkat-3 penataan DD terunggul se-Sumut TA 2023, dalam acara Treasury Ulos Award 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), Pada hari Senin (25/3) di Medan.

Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Tapsel dalam mengelola DD secara transparan, akuntabel, dan efektif. Hal ini sejalan dengan tema acara Treasury Ulos Award 2023, yaitu “Menguatkan Komitmen Implementasi Cashless Society, Menuju Belanja yang Lebih Berkualitas”.

Bupati Tapsel, Dolly Pasaribu, yang menerima penghargaan secara langsung, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi ini. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh pihak terkait di Tapsel, mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga seluruh masyarakat,” ujar Dolly.

Dolly menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan Tapsel dalam mengelola DD adalah dengan menerapkan sistem penyaluran dana secara non tunai. “Sejak tahun 2022, kami telah menerapkan sistem penyaluran DD melalui bank dan dompet digital. Hal ini terbukti meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana,” paparnya.

Penerapan cashless society di Tapsel tidak hanya untuk DD, tetapi juga untuk seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah. “Saat ini, Tapsel dan Kota Medan menjadi dua daerah di Sumut yang telah mengimplementasikan Kartu Kredit Pemerintah (KKP),” kata Dolly.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumut, Syaiful, mengapresiasi kinerja seluruh pemerintah daerah di Sumut, termasuk Tapsel.

“Realisasi anggaran Transfer ke Kas Daerah di Sumut mencapai 99%. Ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari seluruh daerah dalam mengelola keuangan negara,” kata Syaiful.

Syaiful berharap, kedepannya, seluruh daerah di Sumut dapat terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pelaksanaan anggaran. “Selain itu, kami juga mendorong peningkatan transaksi keuangan secara non tunai untuk mewujudkan belanja yang lebih berkualitas,” imbuhnya.

Penghargaan yang diraih Tapsel ini menjadi bukti nyata bahwa implementasi cashless society dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, termasuk DD. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumut dan seluruh Indonesia.

Berikut faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan Tapsel dalam mengelola DD:

  • Penerapan sistem penyaluran DD secara non tunai: Sistem ini meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana.
  • Kolaborasi dan sinergi: Pemerintah daerah bekerja sama dengan seluruh pihak terkait, termasuk camat, kepala desa, dan masyarakat.
  • Peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran: Pemerintah daerah terus berbenah untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
  • Komitmen yang tinggi dari seluruh pihak: Komitmen dan dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci utama keberhasilan.

Dampak Positif Penghargaan dan Implementasi Cashless Society di Tapsel

Tapsel diakui tingkat-3 penataan DD terunggul membawa dampak positif yang signifikan bagi daerah tersebut. Berikut beberapa dampak positifnya:

Meningkatkan kepercayaan publik:

Penghargaan ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa Tapsel serius dalam mengelola DD secara transparan dan akuntabel. Hal ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Meningkatkan investasi:

Kepercayaan publik yang tinggi dapat menarik investor untuk berinvestasi di Tapsel. Investasi ini dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Meningkatkan kualitas pembangunan:

Dengan pengelolaan DD yang baik, pembangunan di Tapsel dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini dapat meningkatkan kualitas infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya.

Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi:

Penerapan cashless society dalam penyaluran DD dan transaksi keuangan pemerintah daerah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Hal ini meminimalisir potensi penyelewengan dana.

Meningkatkan literasi keuangan:

Penerapan cashless society mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan digital. Hal ini meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan mendorong inklusi keuangan.

Mempercepat digitalisasi daerah:

Implementasi cashless society mendorong digitalisasi di berbagai sektor di Tapsel. Hal ini dapat membantu Tapsel untuk bertransformasi menjadi daerah yang lebih modern dan maju.

Menjadi contoh bagi daerah lain:

Keberhasilan Tapsel dalam mengelola DD dan menerapkan cashless society dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumut dan seluruh Indonesia.

Tapsel diakui tingkat-3 penataan DD terunggul menunjukkan bahwa dengan komitmen yang tinggi dan kerja keras, pengelolaan DD dapat dilakukan secara efektif dan efisien untuk mewujudkan pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi daerah lain untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Komentar