Paluta- Wartaindonesiaonline.com- Permasalahan Masyarakat  Desa Padanggarugur, Desa Simaninggir, Desa Batu Mamak dan Desa Batu Pulut/Sabalobu Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara,  Dengan Seorang Pengusaha yang bernama Paraduan Siregar tidak kunjung Selesai, pasalnya masyarakat keempat desa tersebut menolak keberadaan Usaha Tambang galian C milik Paraduan siregar, dan paraduan siregar juga bersikokoh tetap akan menjalankan usaha pertambangan galian C tersebut, karena telah mengantongi izin dari pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Ali Amat Harahap selaku Tokoh masyarakat Padang Garugur Saat menyampaikan permasalahan ini kepada DPD PWRI Sumut, mengatakan bahwa dasar-dasar dari pada penolakan mereka terhadap kegiatan maupun Izin Galian C tersebut adalah,Bahwa didalam wilayah izin pertambangan adalah bahagian dari lahan potensial pertanian ke empat desa diatas, dan lahan kebun sawit masyarakat dan tidak jauh dari lokasi kegiatan pertambangan yang dilakukan pada sekitar bulan Februari 2020, terdapat lahan produktif pertanian/persawahan.

Diketahui Bahwa setelah adanya kegiatan pertambangan disekitar bulan Februari 2020 telah terjadi banyak kerusakan terhadap lahan perkebunan sawit dan lahan persawahan produktif yang ada di pinggiran sungai Sihapas yang ada di hulu kegiatan pertambangan, masyarakat juga tidak pernah menerima sosialisasi dan informasi secara umum baik dalam pengakajian dampak pertambangan maupun informasi kegiatan pertambangan sebelum keluarnya izin usaha pertambangan Galian C tersebut.

Masyarakat diempat Desa juga tidak pernah bermusyawarah dan bersepakat untuk menerima kegiatan Galian C di wilayah pertanian dan perkebunan diempat desa, Saat ini masyarakat sangat resah dengan keberadaan izin tersebut karena sudah satu tahun lebih sebahagian masyarakat kami harus berurusan dengan penegak hukum karena Gerakan penolakan bahkan sudah sempat jadi tersangka dalam Undang-Undang Jalan dan baru-baru ini belasan dari masyarakat juga dipanggil untuk diperiksa di Polres Tapanuli Selatan sebagai tersangka pengerusakan colt diesel dan Exavator milik pengusaha, padahal sebahagian yang ditetapkan tersangka tidak terlibat bahkan tidak ada di TKP.

Baca Juga  Kisruh Galian C, Kepala Desa, BPD Dan Masyarakat Ditahan, Ratusan Warga Batang Onang Kembali Demo Mapolres Tapsel

Perwakilan masyarakat 4 Desa tersebut juga menerangkan bahwa tanda tangan masyarakat Desa Padanggarugur dalam surat rekomendasi Desa adalah bukan hasil musyawarah Desa Padang garugur, merka juga beberapa waktu yang lalu juga sudah menyurati Gubernur terkait permasalahan ini, namun belum ada tanggapan.

Menanggapi hal itu Ketua DPD Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Utara Dr. Masdar Limbong, M.Pd merasa sangat prihatin dengan permasalahan ini. “ Ini permasalahan menyangkut hajat hidup orang banyak, sudah lebih setahun permasalahan ini berlarut- larut, masyarakat padang garugur sangat tertekan baik mental dan emosionalnya, apalagi saya dapat info dari tim investigasi, sudah banyak warga desa yang berstatus tersangka, dikarenakan juga masyarakat sudah mengirim surat ke Gubernur Sumut, maka kita meminta dan mendesak Gubernur agar tanggap akan kasus ini, bila perlu Cabut izin perusahaan Tambang Galian C tersebut” Ujar Masdar

Akibat berkonflik dengan pengusaha tersebut, Masyarakat  sangat resah, mirisnya lagi pihak- pihak yang dianggap dapat membantu masyarakat seakan tutup mata, padahal masyarakat  Masyarakat  Desa Padanggarugur, Desa Simaninggir, Desa Batu Mamak dan Desa Batu Pulut/Sabalobu Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara ini, hanya mohon kampung halaman, bekal anak cucu mereka kedepan tidak rusak karena pertambangan Galian C tersebut. (JI/red)

Tinggalkan Balasan