Paluta- Wartaindonesiaonline.com- Persoalan masyarakat empat desa: Padanggarugur, Simaninggir, Batu Mamak dan Batu Pulut, dengan seorang pengusaha Galian C asal Medan Paraduan Siregar, sejak Februari 2020 terus menuai masalah, Belum lagi selesai permasalahan tentang blokade jalan oleh masyarakat karena menolak Galian C, kini belasan masyarakat kembali dijadikan tersangka terkait pengerusakan 3 unit Colt Diesel dan exavator milik sang pengusaha.

Masyarakat di empat desa ini menolak kehadiran Galian C itu karena merusak lahan persawahan dan perkebunan sawit di desa tersebut. Kendati ditolak masyarakat, pengusaha PS tetap kukuh melanjutkan usahanya dengan alasan telah mendapat izin dari Pemprovsu.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan salah satu Warga Desa Padang Garugur Ali Amat Harahap menyampaikan bahwa memang benar mereka ditetapkan menjadi tersangka terkait permasalahan dengan Pengusaha Tambang Galian C.

” Benar, Belasan dari masyarakat kami termasuk saya ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Tapanuli Selatan, dan hari ini Rabu, tanggal 02 Juni 2021 5 (Lima) dari 15 orang dari kami diperiksa sebagai tersangka terkait Pengerusakan 3 Unit Colt Diesel dan Exavator milik pengusaha Galian C, saya heran juga karena saat kejadian saya tidak ada di TKP namun  sebagai warga masyarakat yang taat hukum kami hadir dan siap untuk diperiksa” Ujarnya.

Menanggapi hal ini Ketua DPD PWRI Dr. Masdar Limbong, MPd menyampaikan bahwa Timnya tetap akan mengawal terus perkembangan permasalahan ini sampai ada solusi yang terbaik untuk masyarakat Empat Desa di Kecamatan Batang Onang Kab. Paluta tersebut.

“Kita PWRI Sumut tetap kawal perkembangan kasus ini, saya sudah perintahkan tim untuk terus membantu masyarakat dalam menyuarakan keberatan mereka terhadap Tambang Galian C tersebut, kita juga sudah berkoordinasi dengan Komisi A DPRD Sumut, agar diagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil semua pihak terkait, jangan sampai kasus ini berlarut- larut, sehingga terus terjadi Konflik, Karena menurut kami Keselamatan masyarakat adalah yang utama” Pungkas Dr. Masdar yang juga aktif dibeberapa organisasi kemasyarakatan tersebut.

Baca Juga  Launching CSR Pertamina Sebagai Komitmen Mitra dalam Memberikan Kebermanfaatan pada Lingkungan

Diketahui bahwa 5 (Lima) Orang warga yang diperiksa tersebut adalah Ali amat harahap, Kali harahap, Sahat harahap, Sahimin harahap, dan Riswan harahap, menurut keterangan dari mereka bahwa pada hari jum’at, 04 Juni 2021 mereka dijadwalkan diperiksa kembali di Mapolres Tapanuli Selatan. (Wan)

Tinggalkan Balasan