Medan- Wartaindonesiaonline.com- Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dipastikan akan berlangsung sangat menarik. Sebab, nantinya tidak akan ada tokoh petahana (incumbent). Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa lagi maju karena sudah dua priode menjabat, sehingga terganjal aturan konstitusi.

Forum Cendekiawan Muslim Muda Sumatera Utara  yang di pelopori Dr. Iwan, MHI  menggagas Dialog Publik dengan thema ” Gus AMI (Ahmad Muhaimin Iskandar) dimata Tokoh Sumatera Utara”, Acara ini digelar di Sufi’s Cafe n Coffe Komplek MMTC Blok A No.33 dihadiri 204 Orang peserta, 50 Orang secara tatap muka dan selebihnya Via Zoom. (10/6/2021)

Bertindak sebagai MC Abdul Manaf dan hadir sebagai Narasumber Dadang Darmawan, S.Sos, MSi (Sekjend KAHMI Sumut), Dedi Handoko, SH, MH (Presidium Nasional Forum Masyarakat Khatolik Indonesia), Dr Anang Anas Azhar MA (Pengamat Komunikasi Politik UINSU), Muhammad Ikhyar Velayati (Kordinator Forum Aktifis 98) dan Ketua Bappilu DPP PKB Faisol Reza secara virtual.

Acara dialog publik ini semakin menarik karena dihadiri peserta dari latar belakang yang beragam, mulai dari Aktivis, Mahasiswa, Tokoh Agama, Politisi dan pengusaha. Salah satu materi pembahasan adalah peluang dipasangkanya Gus Ami dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Ketua Umum Partai Demokrat.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Anang Anas Azhar mengatakan, dalam perspektif komunikasi politik saat ini, publik menghendaki calon presiden (capres) dari figur muda. Anang menilai Gus AMI bisa berpeluang besar, dan terkait komunikasi politik Gus AMI dipasangkan dengan AHY syah- syah saja,  walaupun memang fakta politiknya kursi PKB dan Demokrat diparlemen belum cukup untuk mendapatkan tiket pencalonan Presiden dan wakil presiden, oleh karena harus merangkul lagi minimal 1 partai lagi yang punya kursi diparlemen.

Baca Juga  Resmi, Joko Imawan Ditunjuk Sebagai Plt. Ketua Demokrat Labuhan Batu

 Menanggapi Dialog ini Joko Imawan Kader Muda Partai Demokrat Sumatera Utara yang juga diundang hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa terkait peluang Gus AMI dan AHY berpasangan, Sebagai Kader akan menyambut baik apabila itu memang sudah ketentuan partai.

“Beberapa waktu yang lalu memang kita baca dimedia Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid membuka opsi untuk menduetkan Ketum AHY dan Gus AMI Ketum PKB, dan disambut positif oleh bang Andi Arif yang mewakili kami Demokrat. Saya Pribadi kalaulah ini sudah  menjadi ketentuan Partai, kita akan gass pol untuk memenangkan duet Ketum AHY dan Gus AMI, Namun ya tetap Ketum AHY ya Calon Presidenya” Ujar joko yang juga aktif diorganisasi pemuda tersebut.

Bukan Tidak berlasan Kader Muda Demokrat tersebut menambahkan Bahwa walaupun kursi PKB Lebih banyak di DPR RI, namun elektabilitas dan popularitas AHY dibeberapa Survey Lebih unggul dari Gus AMI.

Dalam closing statmentnya Dr. Iwan Ketua Forum Cendikiawan  Muda Muslim tersebut menegaskan bahwa Gus AMI merupakan politisi kawakan yang memiliki track record panjang. ”Bagi saya, Gus AMI adalah orang baik dan menjadi representasi NU yang cocok untuk memimpin Indonesia. Gus AMI dapat mewakili kepentingan kaum muslimin di Indonesia,” tutup Dr. Iwan

Acara Dialog Publik ini ditutup pada pukul 17.00 WIB, diakhiri dengan Makan dan photo bersama.(Red/wan)

Tinggalkan Balasan