wartaindonesiaonline.com – Dr. KH.Syamsul Ma’rif,M.A Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta mengisi materi dalam diskusi Webinar yang di adakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia ( DPP LIPPI ) Minggu, 28/11/2021

Syamsul Ma’arif menyampaikan
menjelang 2 Desember terkait dengan reuni 212 saya menyampaikan di beberapa media Monggo silakan dilakukan karena itu bagian dari pada hak bangsa untuk menyampaikan pendapat tetapi jangan sampai 212 itu digunakan sebagai sebuah gerakan politik

” Keritik Pemerintah Ya silakan, memang pemerintah harus di ingatkan akan tetapi tetapi dengan cara yang baik ya ”

Ust. Syamsul Ma’arif menambahkan
Dalam menyampaikan pendapat kita menyampaikan kalimat dengan etika-etika keagamaan menjadi dasar, misalnya agama kita menganjurkan tidak memerintahkan untuk mencaci-maki paket kritikannya tetap kritis tapi tidak boleh boleh Dengan caption dan lain sebagainya Berharap ”

Oleh karena itu saya berharap misalnya begini kalau ada orang yang berkeinginan melakukan gerakan massa mengumpulkan massa yang banyak dan gerakan-gerakan poll ting seperti gerakan reuni 212 , saya berharap orang-orang yang mau mengadakan reuni 212 itu akan lebih baik. Misalnya membentuk partai dari pada gerakan-gerakan yang melelahkan hasilnya dia hanya kumpul-kumpu kalo ini misalnya dijadikan Abadi dibuat partai itu akan lebih baik ya ” ucap Syamsul di sela sela diskusi Webinar, Minggu 28/11/21

Baca Juga  Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Mengapresiasi Penyematan Nama RSUD Deli Serdang (Drs. H. Ashari Tambunan))

Tinggalkan Balasan