wartaindonesiaonline.com – Paluta, Setelah menyelesaikan penyelidikan Pelaku dan korban, akhirnya Kapolres Tapanuli Selatan adakan Konferensi PERS pada tanggal (8-12-21) pagi tadi pukul 09.30 WIB. Ratusan Wartawan, Tokoh Pemuda dan Masyarakat hadir untuk melihat dan mendengarkan hasil penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Hanya karena ingin makan, Ayah kandung dan ibu tiri serta kakak nya aniaya korban ( Seorang anak dibawah umur bernama Radit Hasibuan (7) warga desa Simarloting, kecamatan Hulu Sihapas, kabupaten Padang lawas Utara menjadi korban kekerasan anak yang dilakukan orang tuanya. ⁣hingga mengalami luka serius.

Photo: Warta Indonesia
Photo: Warta Indonesia

Menurut Komarudin Hsb (ayah)/tersangka, ia selalu memakan jatah nasi nya, sehingga ia melampiaskan amarahnya ke anaknya tersebut dengan menggunakan karet Ban di tembakan ratusan kali ke badan nya hingga mengalami luka lebam di tangan, kaki, pahanya. Hal tersebut disaksikan oleh WARTA INDONESIA.

Ibu tirinya berkarakter pendiam menurut KADES di lingkungan nya, ia (ibu tiri) melakukan penganiayaan dengan menyulutkan api dengan menggunakan obat nyamuk bakar ke seluruh tubuh korban, hingga mengalami luka bakar di seluruh tubuh korban dan memukul tangan, kaki, kepala dengan menggunakan kayu Rambong serta mencubit wajah dengan kukunya hingga terkelupas kulit wajahnya. Lalu ia pun mengusir anak tersebut pergi dari rumah. Ungkapnya

Hal tersebut sering di lakukan agar anak dapat memahami keinginan kami. ujarnya ibu tiri, agar ia paham bahwa nasi tersebut itu buat (KH) Suami. Lantas KH bukan membela anak kandungnya malah menambah lagi penganiayaan tersebut demi cinta kepada istrinya. ujarnya Di konferensi pers POLRES PALUTA (8-12-21).

Pasutri telah diamankan oleh pihak kepolisian PALUTA dan kakak nya ikut dalam penganiayaan tersebut tidak akan di tahan karena faktor masih di bawah umur. Hukuman bagi tersangka penganiayaan tersebut 3 tahun setengah ucap KAPOLRES PALUTA

Baca Juga  Diakhir Tahun 2021 Polres Tanjungbalai beserta Forkopimda Musnahkan Barang Bukti Narkoba

(AR/PWRI LABUHANBATU)

Tinggalkan Balasan