Stasiun Geofisika Aceh Besar berhasil memonitoring sebanyak 1059 kejadian gempabumi di Wilayah Aceh.

 

Banda Aceh-Wartaindonesiaonline. com. Selama tahun 2021, Stasiun Geofisika Aceh Besar berhasil memonitoring sebanyak 1059 kejadian gempabumi di Wilayah Aceh dengan berbagai kekuatan (magnitudo) dan kedalaman.

Gempabumi yang terjadi di Wilayah Aceh didominasi dengan gempabumi berkekuatan M < 5 dimana terdapat 620 gempabumi dengan kekuatan M < 3 dan 428 gempabumi dengan kekuatan 3≤M<5. Untuk Gempabumi dengan kekuatan M≥5 tercatat sebanyak 11 kejadian dimana Magnitudo terbesar yaitu M 5.6 yang terjadi di Laut sebelah Barat Aceh pada tanggal 15 September dan 8 Oktober 2021.

Berdasarkan kedalaman, gempabumi yang terjadi di Wilayah Aceh didominasi dengan gempabumi dangkal (D < 60 km) sebanyak 958 kejadian. Kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah (60 km ≤ D < 300 km) sebanyak 100 dan 1 gempabumi dalam dengan kedalaman D ≥ 300 km.

Berdasarkan laporan instansi terkait serta masyarakat terdapat 29 gempabumi dirasakan sepanjang tahun 2021 dimana skala dampak dirasakan terbesar mencapai IV MMI di Banda Aceh & Aceh Besar yang terjadi pada kejadian gempabumi tanggal 17 April 2021 dengan kekuatan M 5.5.
Rilis Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, S. Si, M. Sc

Dari peta seismisitas wilayah Aceh pada tahun 2021 terlihat bahwa wilayah segmen patahan Aceh yang terletak membentang dari Barat Laut Banda Aceh hingga Aceh Barat bagian Timut merupakan wilayah dengan tingkat keaktifan gempabumi (seismisitas) tinggi.

Dengan keaktifan gempabumi di wilayah Aceh yang tinggi, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, bersikap tenang, tidak panik dan tidak terpancing oleh informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Peningkatan kapasitas masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman bahaya gempabumi. Pastikan sumber informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan dibeberapa kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
(r/Aziz)

Tinggalkan Balasan